Depan Mahasiswa KKM UMC Sulap Limbah Singkong Jadi Nori dan Briket Di Desa Ciomas

Mahasiswa KKM UMC Sulap Limbah Singkong Jadi Nori dan Briket Di Desa Ciomas

Kuningan — Sebanyak 20 mahasiswa dari Kelompok KKM 24 Universitas Muhammadiyah Cirebon menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa Ciomas,Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, sejak 12 Agustus hingga 17 September 2026.

Program ini mengusung tiga fokus utama: ketahanan pangan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan sampah. Salah satu yang menonjol adalah pemanfaatan tanaman singkong secara menyeluruh—tidak hanya dibudidayakan, tetapi juga diolah hingga ke bagian yang biasanya terbuang.

Daun singkong yang selama ini kurang dimanfaatkan, diolah para mahasiswa menjadi produk nori. Sementara kulit singkong disulap menjadi bahan baku arang briket. Seluruh hasil kebun dan produk olahan tersebut kemudian diserahkan kepada pengelola dari warga setempat agar bisa terus dikembangkan setelah program KKM berakhir.

Tidak berhenti di situ, mahasiswa juga merancang tiga Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mendukung aktivitas warga, yaitu:

  • Biopori, berfungsi sebagai sumur resapan sekaligus media pembuatan kompos
  • Alat pencetak arang briket
  • Alat pemotong singkong untuk mempermudah produksi keripik

Ketiga alat tersebut resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Ciomas sebagai bagian dari hasil kegiatan KKM, dengan harapan dapat terus digunakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Ciomas, H. Adi Patah, yang memfasilitasi pelaksanaan program di wilayahnya.

Koordinator Desa Kelompok KKM 24, Aldi Rizqiya Permana, menjelaskan bahwa program ini memang dirancang agar dampaknya tidak berhenti begitu KKM usai. "Kami ingin hasil pertanian dan limbahnya benar-benar bernilai guna bagi masyarakat, dan teknologi yang kami serahkan bisa terus dipakai setelah kami pergi," ujarnya.

Dengan pendekatan yang mengintegrasikan budidaya, pengolahan limbah, dan teknologi tepat guna, program KKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan bagi Desa Ciomas.